Jangan pernah menitipkan sesuatu yang berharga kepada sesuatu yang pernah membuat keteledoran terhadap hal yang hampir sama..
Jangan pernah menaruh tanganmu di atas pundak yang rapuh dan terus bergerak, karena mungkin tanganmu akan terhempaskan.
Jangan pernah membiarkan waktumu terbuang untuk hal yang tak bisa kamu pastikan. Karena mungkin kau tidak hanya menunggu hal yang tak pasti tapi juga melewatkan kesempatan besar yang tak akan pernah datang untuk kedua kalinya.
Hmmmm.. Tolol dan konyol memang. Dengan polosnya aku hampir tergelincir. Oh.. atau mungkin aku telah tergelincir dan terperosok ke dalam parit atau semak belukar hutan.
Haaaahhh.. Mungkin aku terlalu lama menutup mata dan telingaku sehingga aku kembali tak bisa melihat dan tak bisa mendengar hal-hal lain lagi.
Tapi.. Hati itu, dia tidak buta, tidak tuli, dan juga tidak akan tertutupi oleh kebohongan apapun.
Percayalah pada hatimu. Dia adalah detektor yang terpeka, dia bisa merasakan perubahan yang sangat kecil sekalipun. Dia tidak akan pernah berbohong dan melukaimu. Dia, tidak akanmembiarkanmu menangis karena keterbatasan alat indramu yang lain.
Hatimu, yang akan mendekatkanmu kepada-Nya. Dia yang akan menuntunmu ke jalan yang diridhoi-Nya. Dia adalah penuntunmu yang tak akan salah menunjukkan jalan.
Bersabarlah dan berterimakasihlah kepada mereka yang telah membiarkanmu untuk merasakan hatimu, membuatnya menjadi lebih kuat dan semakin tegar.
Bersabarlah, Allah SWT pasti akan memberikan apa yang kamu butuhkan, bukan hanya apa yang kamu inginkan. Ingatlah, hanya Dia yang berkuasa di langit dan di bumi. Dia yang sanggup membalikkan apapun.
Letakkanlah tanganmu kepada pundak yang bisa menjaga amanahnya.
Percayakan hsl ysng berhargamu kepada mereka yang bisa memegang perkataan dan janjinya.
Sandarkanlah kepalamu kepada mereka yang bisa menang melawan dirinya sendiri.
Berikanlah janjimu kepada yang mampu bertanggungjawab.
Senin, 09 Maret 2015
Kamis, 05 Maret 2015
tak perlu ditanya lagi.
tak perlu diragukan lagi.
seberapa pun, semuanya akan tetap sama.
aku kalah, telah kalah oleh sesuatu yang tak pernah aku bayangkan. ya mungkin sesekali pernah terlintas, tapi tak kubayankan akan seperti ini. Tak tahu siapa, bagaimana, kapan. Tapi semuanya terjadi begitu pasti.
Mungkin tak kau terpikir.
Udahlah, random banget.
tak perlu diragukan lagi.
seberapa pun, semuanya akan tetap sama.
aku kalah, telah kalah oleh sesuatu yang tak pernah aku bayangkan. ya mungkin sesekali pernah terlintas, tapi tak kubayankan akan seperti ini. Tak tahu siapa, bagaimana, kapan. Tapi semuanya terjadi begitu pasti.
Mungkin tak kau terpikir.
Udahlah, random banget.
Senin, 08 Desember 2014
Ingatlah Hari Ini
Yogyakarta, 05-07 Desember 2014
Sebuah perjalanan menuju masa depan yang lebih baik.
Untuk ku, untuk mu, untuk kami, untuk mereka, dan untuk kita semua.
Sebuah perjalanan menuju masa depan yang lebih baik.
Untuk ku, untuk mu, untuk kami, untuk mereka, dan untuk kita semua.
Minggu, 30 November 2014
Anak Tangga
Menurut temen-temen, apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki yang kita rasa kurang baik, yang kita rasa kurang tepat, yang kita rasa kurang pantas, dan yang kita rasa kurang adil..?
Sudahkah kita berkaca pada diri kita masing-masing..?
Sudahkan apa yang kita lakukan adalah apa yang terbaik menurut semua orang..?
Sudahkan setiap langkah yang kita ambil merupakan langkah yang telah dipertimbangkan baik buruknya..?
Sudahkan kita memikirkan segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi..?
Dan, sudahkan kita siap untuk mengikhlaskan sesuatu yang nantinya mungkin terkorbankan dengan keputusan yang kita ambil..?
Sudahkah kita berkaca pada diri kita masing-masing..?
Sudahkan apa yang kita lakukan adalah apa yang terbaik menurut semua orang..?
Sudahkan setiap langkah yang kita ambil merupakan langkah yang telah dipertimbangkan baik buruknya..?
Sudahkan kita memikirkan segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi..?
Dan, sudahkan kita siap untuk mengikhlaskan sesuatu yang nantinya mungkin terkorbankan dengan keputusan yang kita ambil..?
Selasa, 25 November 2014
Kisah Secangkir Kopi
[ Ust. Abdullah zaen)
📌RENUNGAN PAGI
KISAH SECANGKIR KOPI
Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.
📌RENUNGAN PAGI
KISAH SECANGKIR KOPI
Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.
Minggu, 23 November 2014
Terbaik untuk Mengungkapkan
Dalam berinteraksi dengan sesama makhluk-Nya kita diberi kebebasan untuk mengekspresikannya. Entah dengan penuh ekspresi ataukan hanya dalam diam. Kita saling berinteraksi satu sama lain. Membentuk suatu budaya yang terdiri dari berbagai perbedaan. Kita tertawa, tersenyum, acuh, marah, diam, dan bahkan menangis untuk mengekspresikan apa yang kita rasakan. Colorful, mungkin satu kata yang bisa menggambarakn keanekaragaman individu atau kelompok dalam menyikapi dan menunjukknya interaksinya.
Sabtu, 22 November 2014
Objek --> Subjek
Subjektivitas.
Mungkin itu satu kata yang menggambarkan tentang anggapan orang tentang sesuatu yang disampaikan orang lain.
Subjektivitas seseorang masih sangat tinggi dalam menilai apa yang disampaikan oleh orang lain. Terlebih lagi kalo kita sudah mengenal betul siapa orang yang menyampaikan, apalagi dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.
Tanpa melihat esensi dan maksud yang disampaikan, tapi langsung menyimpulkan dan memberi anggapan tentang apa yang disampaikan orang lain. Ya, terlalu subjektif gak sih..?
Mungkin itu satu kata yang menggambarkan tentang anggapan orang tentang sesuatu yang disampaikan orang lain.
Subjektivitas seseorang masih sangat tinggi dalam menilai apa yang disampaikan oleh orang lain. Terlebih lagi kalo kita sudah mengenal betul siapa orang yang menyampaikan, apalagi dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.
Tanpa melihat esensi dan maksud yang disampaikan, tapi langsung menyimpulkan dan memberi anggapan tentang apa yang disampaikan orang lain. Ya, terlalu subjektif gak sih..?
Langganan:
Postingan (Atom)