Jumat, 15 Agustus 2014

Pertama Kali, Langsung Jatuh CINTA

Pertama melihat, beeeeehhhh.. Langsung terpesona, cuy.
Menatapnya, memandangnya, memperhatikannya, dari balik batu aku menikmati setiap detik. 
Hmmm... Rasanya sejuk memandangnya.
Ketika awan mendung menyelimuti dan diiringi rintikan tipis air hujan, pesonanya tak terpadamkan.
Justru bisa menerangi suasana di sekitarnya. 
Semakin Nur dari sang surya semakin menyinari tanah yang ku pijaki, semakin terpesona juga aku karenanya.

Rabu, 23 Juli 2014

XtraOrd

Aaaahh..
Tidak aku mulai lupa.
Banyak hal  yang mungkin baru aku sadari. Mungkin perlu terpeleset untuk menjadi lebih berhati-hati dalam melangkah.
"Mungkin", kata yang penuh dengan keragu-raguan. Kata yang tak pasti. Dan setan akan bersembunyi dibalik hal semaca itu. Karen aIslam itu pasti, tidak ragu-ragu.

Jumat, 04 Juli 2014

Sudah saatnya

Akhirnya terucap juga. Dan akhirnya terdengar juga secara langsung.
Yah, hampir setahun. Dan akhirnya tak lama bisa didengar oleh beberapa pasang telinga.
Senyum, hanya tersenyum aku menanggapinya. Tak bisa menutup mata, apalagi menutup telinga.
Buat apa juga menutup mata dan telinga, toh semuanya juga sama. Gak ada yang berbeda.

Sabtu, 28 Juni 2014

Ramadhan 1435 H

Marhaban Yaa Ramadhan. Marhaban Yaa Ramadhan.
Selamat datang di Bulan Ramadhan. Yeee... tak terasa sudah setahun.
Tahun ini ramadhan hadir kembali dengan nuansa yang ya mungkin tak jauh berbeda dengan Ramadhan tahun lalu.

Masih seperti tahun lalu. Ramadhan kali ini aku mengawalinya jauh dari rumah, jauh dari keluarga.
Tahun kemaren, Ramadhan yang cukup berkesan. Kenapa..??? YA karena itu Ramadhan pertama di Jogja. Meski sebenernya tahun kemaren aku bisa balik di awal tapi aku memilih untuk mengawali Ramadhan ku di

Kamis, 19 Juni 2014

Pluie

Hujan di siang menjelang sore.
Ku dengar gemericik air membasahi angin tandus
dari balik dinding ruang sempit di sudut 
Kulangkahkan kaki membuka pintu,
perlahan berjalan dan kemudian kumulai berlari
Ku tatap langit mendung dari tangga yang ku pijaki

Rabu, 18 Juni 2014

None

Tak mampu berkata-kata. Tak berucap apapun.
Angin yang dulu pernah bertiup dengan kencangnya menghempas pohon kini telah tenang. Tenang, lebih dari air yang mengarlir. Hujan yang menghiasi pun tak lagi turun. Meski kadang masih sesekali menyapa. Menunnggu hujan turun dan angin bertiup, sekarang sepertinya bagai menunggu hujan turun di padang gurun. Bahkan setangkai warna merah masih dapat terlihat di gurun yang panas daripada di puncak yang dingin.

Selasa, 17 Juni 2014

Moi (French)

Hati seseorang itu tak ada yang pernah tau. Tak seperti menyelami lautan yang kamu dapat mrngeksplore keindahannya, tak seperti berselancar di atas salju yang kamu dapat meluncur dengan mudahnya. Tak seperti sebuah buku yang kamu bisa membacanya dalam sekali duduk. Tapi, dalam buku pun kamu tak dapat dengan pasti mengetahui maksud dari tulisannya.
Hati seseorang itu unik. Dengan bayak ciri khas disetiap hati, dengan banyak rasa dalam sebuah hati, dengan